Sunday, September 11, 2011

Hermawan Kartajaya, 64

Grow with Character! (64/100)
Jer Basuki Mowo Beyo!

Buku pertama saya bersama Profesor Philip Kotler adalah "Pertaruhan besar" untuk saya dan Markplus!" Karena itu, saya benar-benar "ngotot" untuk membuatnya sukses. Pertama, judulnya harus tetap marketing walaupun buku itu tentang krisis Asia yang sangat makro. Karena itu, judul yang saya usulkan Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy. Dengan judul seperti itu,s aya seolah ingin menuliskan "resep" tentang bagaimana Asia bisa di-"reposisi".

Dari Asia yang bubble, artinya kelihatan "gede tapi kosong" ke "sustainable atau kuat dan berkelanjutan". Dengan melakukan itu, saya tidak boleh "terseret" membahas ekonomi makro terlalu dalam. Tapi, saya harus bisa melihat masalah krisis ini dari "kaca mata" marketing!


Kedua, buku ini harus merupakan pandangan "Asia". Sudah banyak orang Barat yang "mengadili" orang Asia sebagai penyebab krisis hebat itu. Ya, KKN, ya Asian values. Kalau KKN, saya setuju, karena memang tidak sejalan dengan marketing. Tapi, kalau Asian Values, saya tidak sepenuhnya setuju!

Banyak sisi baik dari Asian values yang tidak dimengerti orang Barat.Orang Barat menganggap bahwa family system yang ada di Asia itulah yang mengakibatkan KKN! Bagi saya, itulah keunikan Asia! Diferensiasi Asia yang tidak dimengerti orang Barat! Quang-Shi di orang  Tionghoa, misalnya, maknanya adalah deep relationship. Di masyarakat Tionghoa, kalau Anda sudah berbisnis secara jujur dan "jatuh" harus ditolong. Tapi, kalau "curang" ya nggak perlu ditolong! Orang Barat melakukan "gebyah Uyah" dengan mengatakan bahwa Quang-shi itu negatif.

Model buddy-buddy dan brotherhood di Barat itu kan cuma teman minum-minum dan naik Harley beramai-ramai. Tidak sampai mau membela "teman" yang menderita walaupun dia "benar"! Karena itu,s aya sebutkan bahwa Quang-shi itu justru kekuatan yang akan membangkitkan Asia kembali. Yang niatnya baik akan "bangkit" kembali, yang niatnya nggak baik, ya nggak ada yang menolong!

Ketiga, saya menghubungi Prof Linda Lim di Asean Center di Michigan. Waktu saya baru mulai membangun Markplus pada 1990, saya pernah mengikuti executive education program Michigan di Jakarta dan dia adalah salah satu pengajarnya.

Walaupun orang makro, Linda sangat mau menghargai orang marketing. Persahabatan saya jadi lebih dekat ketika Stephanie, anak kedua saya, sekolah di Economics Undergraduate di Michigan, Ann Arbor.(*)

No comments:

Post a Comment