Tuesday, September 6, 2011

Hermawan Kertajaya - 60

Growth with Character! (60/100)

Habis Gelap Timbullah Terang!



Pada 15 Mei 1998, sehari setelah riot di Jakarta, saya terbang ke Surabaya. Surabaya ternyata sangat tenang. Sama Sekali berbeda dengan Jakarta yang kacau balau. Cuma, ada rumor di sana sini bahwa bisa jadi peristiwa di Jakarta terjadi pula di Surabaya.

Ketika itu rumah saya bercampur kantor di RMI atau Rukun Makmur Indah di Bratang Binangun Blok B-21 sejak 1995. Itu pertokoan dekat kebun bibit, Surabaya. Setelah lima tahun buka Markplus, saya memindahkan rumah di Taman Prapen Indah C8 kesana. Sekalian digabungkan dengan kantor yang juga pindah dari Adityawarman 70 setelah menyewa selama lima tahun. 

Itu dimaksudkan supaya efisien dan efektif. Meniru model di Jakarta, kantor dan tempat tinggal menjadi satu di Kompleks Pertokoan Duta Mrlin Blok E18. Saya suka model begitu, baik di Surabaya maupun di Jakarta, terinspirasi oleh Putera Sampoerna.

Eat, Sleep and dream with your business!
Diartikan sebagai rumah dan kantor menjadi satu. Kan bisnis harus "ditiduri", begitulah filosofinya. Pak Putera sendiri gak pernah punya "rumah" yang terpisah dari kantor. Di Surabaya, ketika itu, Pak Putera tinggal di dalam pabrik di Rungkut. Di Jakarta, ketika itu, Pak Putera tinggal di Grand Hyatt di sebuah kamar suite yang khusus didekorasi menurut kesukaannya. Sekarang tempat tinggalnya berada di Gedung Sampoerna Strategic Square. 

Ketika di rumah, saya "ungsikan" ibunya anak-anak ke Novotel Hotel, Kayun. Hanya untuk memberikan rasa ketenangan kepada dia. Setelah itu, saya balik lagi terbang ke Jakarta dan terus ke Bandung. Beberapa hari saya stay di Bandung karena harus bekerja untuk proyek Pos Indonesia. Ketika itu Pak Cahyana, Dirut PT Pos yang sekarang menjadi pejabat Eselon I di Kemenkominfo, me-review strategi pos pada masa mendatang. Dia khawatir PT Pos akan ditinggalkan orang karena internet sudah mulai populer. Orang tidak perlu menulis surat lagi. Begitu pula wesel. Orang kirim uang sudah menggunakan jasa perbankan.

Bagaimana paket? sudah banyak courier service asing yang masuk! Karena itu, PT Pos harus survive dengan strategi baru. Saya melihat "Kekuatan" PT Pos yang tidak dipunyai orang lain. Lebih dari 25.000 titik seluruh Indonesia ada pos. Mulai kantor pos yang besar hingga pelayanan pos yang dijaga satu orang. Amazing kan? (*)

No comments:

Post a Comment