Grow With Character! (63/100) Kalteng Pos, Rabu, 24 Maret 2010
Meyakinkan Philip Kotler, Membela Asia, Merapatkan Barisan!
Perjuangan saya "menyelamatkan" Asia Pacific Marketing Federation pada 1998 - 2000 memang menguras energi dan pikiran. Tapi, cukup berbuah! Pertama, sampai sekarang pun, periode sulit ketika saya dibantu dua Sekjen dari Indonesia masih dikenang teman-teman di Asia.
Sekjen pertama selama 1998 sampai 1999 adalah Enny Hardjanto, yang waktu itu sudah tidak di Citibank lagi.
Sekjen kedua yang bekerja keras mendampingi saya pada tahun 1999 sampai 2000 adalah Y.W. Juniardy, bekas CEO IBM Indonesia. Sekarang Pak Junardy jadi Presiden Asia Marketing Federation (AMF) - nama baru APMF - untuk periode 2008 sampai 2010.
Indonesia sampai sekarang merupakan satu-satunya negara yang pernah menjabat ketua di institusi regional ini sampai dua kali! Pada akhir Mei ini, Japan Marketing Association (JMA) menjadi ketua lagi, untuk yang kedua, periode 2010 - 2012. Kedua, network di Asia itulah yang memungkinkan saya "go international".
Menjadi ketua sebuah organisasi regional di masa sulit memberikan kesempatan kepada saya untuk justru menjadi "leadership" kepada teman-teman di luar.
Para profesional dan profesor marketing paling top di semua Negara Asia jadi kenal. Begitu juga semua sekolah bisnis terkemuka di region saya jadi punya akses.
Hal itu juga memberikan kesempatan kepada saya untuk memakai "panggung" di luar negeri untuk mengetes semua konsep yang dibikin di Indonesia. Di situ pula saya jadi punya kesempatan untuk bicara di sekolah-sekolah bisnis terkemuka seperti Asian Institute of Management (AIM) di Manila. Juga NUS dan NTU di Singapura, juga NIDA di Bangkok.
Chulalangkorn MBA Alumni Association pun pernah mengundang saya untuk ber-seminar sehari di Bangkok.
Melalui organisasi itulah, saya lantas jadi punya wawasan internasional. Dengan demikian, Arek Suroboyo yang semula cuma bandha nekad sudah bukan "jago kandang" lagi! Padahal, banyak yang punya gelar profesor dan doktor di marketing, tapi "grogi" di luar negeri.
Ketiga, inilah "return on investment" yang paling besar : jadi Presiden APMF pada masa krisis! Dapat undangan jadi pembicara di World Marketing Conference di Moskow. Ceriteranya, presiden Russia Marketing Federation hadir di pelantikan saya di Tokyo pada Juni 1998. (*)
No comments:
Post a Comment